Indonesia & aktivis Papua Merdeka perang opini soal keanggotaan MSG

Indonesia & aktivis Papua Merdeka perang opini soal keanggotaan MSG

Suasana KTT MSG di Kepulauan Solomon. ©2016 Merdeka.com/Victor Yeimo/Facebook

Merdeka.com – Delegasi pemerintah Indonesia dan Gerakan Pembebasan Papua Barat (ULMWP) masing-masing menggalang opini bertolak belakang, selepas forum Melanesian Spearhead Group (MSG) yang dihelat di Kepulauan Solomon berakhir. Pemerintah RI mengklaim proposal ULMWP menjadi anggota penuh MSG ditolak oleh seluruh anggota MSG.

Informasi itu disampaikan oleh Desra Percaya, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri. Dia memastikan ULMWP gagal menjadi anggota penuh MSG.

“Tidak ada tempat bagi ULMWP dalam masa depan MSG,” kata Desra melalui keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Kamis (14/7).

Desra menyatakan Indonesia dan MSG memiliki kesamaan visi untuk mengembangkan masa negara kawasan Pasifik yang berpenduduk ras melanesia. “Ekonomi dan zona kebudayaan antara Asia Tenggara dan wilayah MSG bisa membuat tujuan yang ingin dicapai kedua organisasi dunia ini semakin dekat,” ujarnya.

Adapun Ketua Komite Nasional Papua Barat, Victor Yeimo, menyatakan proposal keanggotaan ULMWP justru selangkah lagi disetujui. Dia mengklaim pihaknya didukung penuh oleh Vanuatu dan Kepulauan Solomon.

Belum adanya keputusan soal keanggotaan organisasi beraspirasi memerdekakan Papua ini, dinilai sekadar perkara teknis. Ketua KNPB ini optimis sudah ada kejelasan status pada KTT berikutnya di Vanuatu September 2016.

“Alasan penundaan karena definisi keanggotaan yang baru belum dirumuskan secara benar untuk menjamin lamaran ULMWP agar diterima,” kata Yeimo melalui akun Facebook-nya.

Yeimo sebelumnya mengunggah status facebook yang menyatakan delegasi Indonesia keluar dari ruangan sidang MSG karena bendera Bintang Kejora ikut dikibarkan pada forum Rabu 13 Juli.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan kabar itu bohong. “Itu (walk out) tidak benar. Ini merupakan kebohongan dan upaya disinformasi. Delegasi Indonesia tetap ada di dalam ruang pertemuan MSG yang dilaksanakan di Honiara,” ujarnya saat ditemui di Jakarta.

KTT Khusus MSG di Ibu Kota Honiara, Kepulauan Solomon, digelar pada 13-14 Juli. MSG merupakan organisasi kerja sama sub-kawasan Melanesia yang bertujuan mempromosikan dan memperkuat hubungan perdagangan antar anggota, pertukaran budaya Melanesia, serta kerja sama teknik untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, pembangunan berkelanjutan, pemerintahan yang baik, serta keamanan.

Indonesia adalah anggota penuh dalam forum tersebut, sementara ULMWP sementara berstatus pemantau. Pemerintah RI berulang kali menyatkaan ULMWP sebagai gerakan separatis yang tidak punya basis ikut serta dalam MSG.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s